Sabtu, 22 September 2012

George Eastman, Sang Penemu Brand Kodak


Dalam hidupnya, ia memberikan 100 juta dollar, sebagian besar untuk Universitas Rochester dan Massachusetts Institute of Technology (dengan nama "Tuan Smith"). Untuk mengenang jasanya, Universitas Rochester membangun suatu gedung yang dipersembahkan untuk Eastman. Eastman turut membantu Tuskegee Institute dan Hampton Institute. Rumahnya di 900 East Avenue di Rochester menjadi sebuah museum fotografi dan film pada 1947. Untuk memperingati 100 tahun kelahirannya, Eastman dihargai dengan pemuatan fotonya di perangko kantor pos Amerika Serikat.
George Eastman adalah pendiri dari Eastman Kodak Co. dan menemukan film gulung, serta berjasa menyebarluaskan fotografi. Film gulung ini merupakan dasar dari penemuan film bergerak yang digunakan oleh pembuat film awal Thomas Alva Edison, Lumière bersaudara dan Georges Méliès.

George Eastman lahir pada 12 Juli 1854 di Waterville, dekat New York, Amerika Serikat. Ia lahir dari keluarga miskin. Ketika usianya masih sangat muda, ia harus ikut memikul tanggung jawab menghidupi keluarga. Dia mula-mula bekerja sebagai kurir di sebuah perusahaan asuransi, lalu menjadi pegawai arsip. Sambil bekerja, Eastman belajar akuntansi pada malam harinya. Pada usia 24 tahun, ia diterima bekerja sebagai pegawai junior di sebuah bank.

Suatu hari, saat hendak melakukan perjalanan ke Santo Domingo, Kepulauan Karibia, dalam rangka cuti, ia disarankan oleh rekannya untuk mendokumentasikan perjalanannya melalui foto. Pada zaman itu, peralatan fotografi sangat sulit dibawa karena ukurannya besar. Sejak itulah, Eastman mulai menyukai dunia fotografi.

Kesukaannya pada fotografi membuat Eastman terus-menerus bereksperimen dengan emulsi di laboratorium yang tak lain adalah dapur ibunya. Ia kemudian menemukan resep emulsi untuk fotografi pelat kering yang segera dipatenkan olehnya pada tahun 1880, dengan dana tabungan dan pembelian hak patennya oleh sebuah perusahaan fotografi di Inggris. Eastman mulai memproduksi pelat foto kering dan menjualnya di sebuah ruang loteng sewaan.

Ambisi Eastman untuk mempopulerkan fotografi mulai berbuah ketika ia menemukan dan menyempurnakan film serta berusaha membuat sebuah kamera sederhana. Pada bulan Juni 1888, muncullah kata baru “kodak” untuk sebuah kamera ringan. Nama itu muncul begitu saja. Banyak orang bertanya, dari mana kata itu berasal? “Saya mengarang sendiri nama itu. Saya senang sekali dengan huruf ‘K’, kedengaran mantap dan tegas. Lalu saya coba berbagai kombinasi huruf yang menghasilkan kata dengan huruf awal dan akhir sebuah ‘K’,” tutur Eastman.

Nama itu memang kemudian terbukti tenar, bahkan menjadi semacam kata generik untuk kamera. Setelah penemuan Kodak, banyak lagi kemajuan dalam bidang fotografi yang dipelopori oleh Eastman. Pada intinya, ia telah membuat fotografi menjadi sedemikian sederhana dan mudah.


__________________________________________
George Eastman dan Kodak
__________________________________________


Pada 4 September 1888, Eastman mendaftarkan merek datang Kodak, yang disusunnya berdasarkan huruf-huruf kesukaannya, dan menerima paten untuk kameranya yang menggunakan film gulung. Di sinilah muncul frasa "You press the button, we do the rest" (Anda menekan tombolnya, kami mengerjakan setelahnya).

Kamera temuannya berharga 25 Dolar Amerika dapat digunakan untuk mengambil 100 gambar dengansatu film gulung. Kemudian, pengguna memberikan film gulungnya ke Kodak untuk diproses. Layanan ini pada saat itu dihargai 5 Dollar.

Eastman turut menyokong pendirian Sekolah Musik Eastman dari Universitas Rochester yang dipimpin oleh Alfred Klingenberg.

Pada 1925, Eastman melepas manajemen sehari-hari Kodak, dan menduduki jabatan ketua. Setelah msa ini, ia memusatkan kegiatannya pada kegiatan derma.


__________________________________________
Akhir Hidup
Dua tahun sebelum wafat, ia menderita suatu nyeri yang hebat, Ia mengalami kesulitan berjalan dan berdiri. Dalam kedokteran modern, dimungkinkan Eastman menderita stenosis spinalis, penyempitan saluran sumsum tulang belakang karena peradangan. Ia terus mengalami depresi dan hari-hari dihabiskannya di kursi roda. Pada 1932, ia mengakhiri hidupnya dengan satu tembakan dan meninggalkan pesan, "Pekerjaan saya sudah selesai. Mengapa menunggu lagi?". Eastman dikuburkan di Kodak Park di Rochester, New York.


__________________________________________
Logo Logo Kodak
__________________________________________

Selasa, 18 September 2012

Riwayat Hidup PSY Oppa Gangnam Style


‘Oppa Gangnam Style!’ Mungkin belakangan ini Anda anda sekalian pernah mendengar, melihat atau setidaknya membaca kalimat tersebut. Ya, Gangnam Style adalah gerakan tari khas yang dipopulerkan oleh sebuah lagu berjudul sama.
Gangnam Style sukses menjadi fenomena yang tengah menjangkiti khayalak di seluruh dunia. Mari berkenalan dengan penciptanya, Jae Sang Park, atau yang lebih dikenal sebagai PSY.
Jae Sang Park atau Park-Jae Sang lahir di Korea Selatan pada 31 Desember 1977 silam. Ia menghabiskan masa remajanya di Korea Selatan sebelum akhirnya melanjutkan kuliah di Amerika. Park-Jae Sang melanjutkan studinya di Boston University dan Berklee College Of Music, keduanya merupakan Universitas yang cukup bergengsi di Amerika.
Kecintaannya pada musik membawa Jae-Sang Park memutuskan untuk berkarir sebagai rapper setelah memperoleh gelarnya di dua universitas tersebut.
Penuh lika-liku karir kehidupan
Jae-Sang Park ‘membaptis’ dirinya dengan nama PSY setelah meluncurkan album debutnya pada tahun 2001 lampau yang bertajuk PSY… From the Psycho World!. Pada awalnya, kemunculan PSY tidak berjalan mulus karena penampilannya yang nyeleneh dan memiliki bentuk fisik yang jauh dari ekspektasi masyarakat Korea Selatan yang memuja kesempurnaan fisik. Album debutnya pun sempat didenda pada saat itu karena dianggap memuat beberapa lirik yang ‘kurang pantas’. Album debut tersebut akhirnya dilarang beredar karena dianggap memberikan pengaruh negatif bagi kaum muda. Tidak hanya itu, album keduanya‘Ssa 2′ yang dirilis pada tahun 2002 juga dilarang beredar karena dijual untuk usia di bawah 19 tahun.
Kegagalan demi kegagalan tidak membuat PSY patah arang, ia terus berkarir di blantika musik Korea Selatan. Ia tidak gentar bersinggungan dengan pandangan umum di Korea Selatan bahwa seorang musisi / pekerja dunia hiburan harus dilengkapi fisik serta paras sempurna. PSY tetap dengan konsep originalnya, nyeleneh dan apa adanya. Memang bila sekilas dilihat, penampilan PSY tidak menarik untuk mata. Ia adalah pria tambun dengan tinggi badan sedang, wajah bulat dan mata sipit. Sepintas ia terlihat seperti salesman mobil ketimbang biduan. Hal ini, di Korea Selatan, jelas merupakan suatu hambatan. Bagaimana tidak, Korea Selatan adalah salah satu negara dengan populasi penduduk yang melakukan operasi plastik terbesar di dunia.
Alih-alih menyerah pada keadaan dan terseret arus, PSY terus melangkah dengan berani. Pada album ketiga, PSY melakukan terobosan dengan menyebar albumnya lewat internet. Album bertajuk ‘Champion’ itu memperoleh kesuksesan yang cukup besar. Nama PSY sebagai pendatang baru pun mulai diperhitungkan, setidaknya secara nasional.
Berikutnya, PSY terus malang melintang di dunia hiburan Korea Selatan. Selain bernyanyi, ia juga pernah menjajal dunia perfilman dan menjadi juri di ajang pencarian bakat televisi. Pada tahun 2010, PSY kembali menekuni dunia tarik suara. Ia bergabung dengan agensi prestisius YG Entertainment karena kedekatannya dengan salah satu petinggi agensi tersebut. Pada masa itu, boyband Korea tengah booming dan menjadi trend di seluruh Asia. PSY dengan rendah hati mengatakan bahwa dia masih jauh dari predikat ‘Idola’ dan akan tetap berkarya di jalurnya sebagai solo rapper.
Gangnam Style kartun
Gangnam Style
Gangnam Style dan artinya
Akhirnya, kerja keras PSY berbuah manis. Pada tahun 2012, video musiknya yang bertajuk ‘Gangnam Style’ menjadi sebuah fenomena viral. Video yang juga mempopulerkan tarian Gangnam Style itu hingga kini telah ditonton sebanyak lebih dari 131 juta kali di situs unggah video Youtube. Jumlah yang mencengangkan dan masih terus bertambah.
Lagu tersebut berkisah tentang seorang wanita impian yang mampu bergaya classy sekaligus liar. Gangnam sendiri adalah nama daerah elit di Korea dan juga markas beberapa perusahaan kelas dunia seperti Samsung. Dapat dikatakan bahwa Gangnam adalah Silicon Valley nya Korea, tempat orang orang kaya bermukim.
Gerakan Gangnam Style yang diciptakan PSY adalah gerakan dansa seperti mengendarai kuda, berjingkrak-jingkrak dengan angkuh dan mudah ditiru, yang dimaksudkan untuk merepresentasikan gaya berkelas distrik Gangnam. Pada awalnya, Park-Jae Sang mengaku tidak berniat untuk menciptakan sebuah mahakarya, ia hanya ingin menciptakan sesuatu yang ‘segar’ di tengah kondisi ekonomi dunia yang tengah terpuruk dan iklim kemarau yang semakin mencemaskan.
Digemari di seluruh dunia
gangnam ellen britney
op..op..op..op!
Meskipun juga menimbulkan pro dan kontra, propaganda Gangnam Style terbukti menyedot perhatian khayalak ramai, PSY pun menjelma menjadi salah satu musisi paling terkenal di dunia saat ini. Gangnam style juga telah sampai di mata dan telinga para selebriti dunia, sebut saja Katy Perry, Britney Spears, dan almamaternya di Berklee, John Mayer sempat menyinggung tentang Gangnam Style di twitter. Kesuksesan tersebut membawa PSY ke ranah internasional. Baru-baru ini ia diundang untuk menghadiri MTV Video Musik Awards, sebuah ajang anugrah musik prestisius. PSY memperoleh ketenaran luas di Amerika, terakhir ia terlihat mengajari Britney Spears gerakan Gangnam Style di sebuah talk show dan mendeskirpsikan Gangnam Style sebagai ‘Dress Classy, dance cheesy’
PSY adalah sebuah ikon dari buah kerja keras dan pantang menyerah. Ia berhasil mendobrak beberapa pakem dan paradigma, contohnya, pandangan bahwa musisi Korea pasti memiliki fisik sempurna. Kemudian lagu Gangnam Style menjadi satu dari segelintir lagu yang memakai bahasa ‘Ibu’ tapi dapat diterima oleh dunia. Perjalanan Park-Jae Sang untuk mencapai puncak kesuksesan tidaklah mudah, namun semangat dan rasa cintanya pada dunia musik membawanya jauh tinggi melampaui para boyband/girlband yang lebih dahulu tenar. Park-Jae Sang mengajarkan kita bahwa kegigihan, ketulusan dan kesederhanaan dalam menciptakan suatu karya tidak akan pernah sia-sia.
Thank you Oppa Park-Jae Sang! Now grab your shades, keep calm, listen and do the Gangnam Style!!! :D

Biografi singkat :
Nama : Park-Jae Sang
Tempat / Tanggal lahir : Korea Selatan / 31 Desember 1977
Pendidikan :
- Banpo Elementary School
- Banpo Middle School
- Sehwa High School
- Boston University
- Berklee College Of Music
Status : Menikah
Nama istri : Yoo Hye Yeon

Minggu, 16 September 2012

10 Fakta Dibalek PSY Gangnam Style


Op, op, op, op, oppa gangnam style..!”. Pastinya sebaris lirik tersebut sudah nggak asing lagi di telinga, apalagi bagi kamu yang suka banget sama musik dengan genre K-Pop.
Yup, Gangnam Style yang sangat fenomenal bahkan mendunia. PSY yang merupakan singkatan dari Psycho memberikan nilai yang berbeda dari musik K-Pop sendiri. Dengan nama PSY, Park Jae-Sang yang berasal dari Korea Selatan pada usianya yang genap 30 tahun ini memberikan kesan yang energik dan fun dengan single Gangnam Style. Di balik dance kuda-kudaan dari PSY, tidak sedikit yang mengatakan bahwa dance-nya terkesan asal-asalan. Tapi faktanya, kenapa banyak yang mulai menirukan tarian Gangnam Style? Well, itu lah K-Pop. Selalu ada-ada saja pro dan kontra sekalipun mereka sedang berada di puncak tangga lagu Asia & Eropa.
Video Klip PSY Gangnam Style :

Sudah lihat kan bagaimana penampilan Park Jae-Sang yang menggunakan nama PSY dengan gaya Gangnam Style-nya? Namun untuk lebih lanjutnya, berikut beberapa fakta tentang Gangnam Style.
1. Nama Vocalist PSY adalah Park Jae-Sang yang dilahirkan di Seongnam, Korea Selatan pada tanggal 20 Juli 1982.
2. Nama judul lagu Gangnam Style sendiri diambil dari sebuah istilah yang digunakan oleh warga Korea Selatan sebagai gambaran high-end style alias gaya hidup mewah di Gangnam.
3. Gangnam-gu, atau disebut dengan Distrik Gangnam terletak di sebelah tenggara dan juga salah satu daerah yang PALING MAKMUR di kota Seoul, Korea Selatan. Dan Gangnam telah menginspirasi PSY untuk menjadikan judul lagu sekaligus pembuatan video klip Gangnam Style karena di Distrik Gangnam itu terkenal dengan kawasan elit yang dihuni oleh para artis papan atas, publik figur, serta orang terkaya lainnya.
4. Secara umum arti dari Gangnam Style (Oppan Gangnam seutail) sesuai dengan bahasa Korea yang telah disesuaikan dengan budaya bahasa terbaru saat ini adalah Kakak atau pacar laki-lakimu adalah seorang Gangnam Style.
5. Lirik lagu dan musik Gangnam Style sendiri diciptakan oleh PSY. Dimana salah seorang produser ternama dari Korea Selatan, yaitu Yoo Gun-hyung yang pernah berkolaborasi bersama PSY serta menjadi komposer pada album ke-6 termasuk lagu Gangnam Style ini.
6. Video Gangnam Style di release pertama kali pada 15 Juli 2012, dan saat itu lagu ini hanya diketahui oleh penggemar K-Pop saja. Kemudian para penggemar K-Pop mulai saling berbagi dan menyebarkan lagu ini melalui sosial media, seperti Twitter dan Facebook. Tidak lama kemudian, pengguna internet yang notabene-nya bukan pecinta K-Pop mulai mengetahui lagu ini. Bahkan faktanya, selebritis-selebritis internasional ikut-ikutan juga men-tweet Gangnam Style. Hingga akhirnya media-media internasional mulai memperhatikan, bahkan Gangnam Style menjadi jawara alias top chart pada Billboard Social 50.
7. Pada Video klip Gangnam Style, melibatkan beberapa orang penyanyi serta komedian terkenal di Korea Selatan. Seperti Kim Hyun-a, Seungri, Daesung, Yoo Jae-Seok, Noh Hong-cheol dan Hwang Min-woo.
8. Hwang Min-woo merupakan seorang pemeran yang usianya paling kecil pada video klip Gangnam Style. Yaitu 5 tahun. Pada awal video klip, anda akan melihat seorang anak kecil yang menari dengan konyol dengan mimik wajah yang lucu, itulah dia. Faktanya, pada malam sebelumshooting pembuatan video klip lagu ini, PSY menonton Korea’s Got Talent dan melihat Hwang Min-woo menari ala Michael Jakcson dengan konyol. Karena alasan tersebut PSY menggandeng bocah ini pada pembuatan video klip lagu Gangnam Style.
9. Media Sosial dan Youtube sangat berperan dalam menjadikan lagu ini terkenal di seluruh dunia. Karena faktanya, melalui Facebook, Twitter, dan Youtube, banyak orang yang akhirnya mengetahui PSY dengan single-nya Gangnam Style. Malahan di Youtube, sejak video klip ini di unggah pada 15 Juli kemarin, telah berhasil menyedot perhatian 185.720.320 penonton sampai saat ini. Dan, pastinya akan terus bertambah.
10. Scooter Braun, yang merupakan American talent Manager yang juga sebagai managernya Justin Bieber ikutan memburu PSY. Dan saat ini, PSY sendiri telah menandatangi kontrak bersama label Scooter Braun.

Kamis, 13 September 2012

Be A Risk Taker



Apa jadinya bila kita takut mengambil risiko dalam hidup ini? Segala yang kita lakukan pasti berisiko! Apalagi bila hendak maju dan sukses, risiko adalah sesuatu yang harus kita akrabi, bukan dihindari.

Bicara mengenai risiko, seperti kata William J. Bernstein dalam bukunya "The Four Pillars of Investing", "Risk, like pornography, is difficult to define, but we think we know it when we see it." Risiko, seperti pornografi, sukar untuk didefinisikan, tapi kita akan mengetahuinya bila kita telah melihatnya. Begitu pula risiko, kita akan mengetahui dan merasakannya bila kita telah menjalaninya.

Bila kita berani mengambil risiko, artinya kita telah berani menjalani kehidupan itu sendiri. Juga menunjukkan bahwa kita yakin akan mendapatkan suatu pelajaran berharga dari setiap risiko yang diambil. Tentu saja bukan berarti melangkah tanpa perhitungan yang matang. Satu rahasia orang-orang yang telah sukses, seperti yang mereka ungkapkan, adalah bahwa mereka sering mengambil risiko dalam bertindak.

Lantas, mengapa sebagian orang enggan untuk mengambil risiko? Jawabannya sederhana. Mereka takut gagal, berpikir tak dapat melakukannya, atau merasa belum mahir dan berbakat. Keberanian mengambil risiko, sesungguhnya lebih menunjukkan kepada karakter dan mental seseorang. Bukan pada besar kecilnya risiko yang dihadapi. Kualitas seseorang tidak ditentukan dari peristiwa yang datang menghampirinya, tapi dari respon yang ia berikan dari peristiwanya itu sendiri.

Jadi, bila kita ragu untuk melangkah karena tidak tahu apa yang akan menghadang langkah kita nantinya, beranilah untuk mengambil risiko. Beranilah untuk mengambil kesempatan yang datang demi terwujudnya kehidupan yang lebih baik. Toh, kita tidak akan tahu apakah kita sanggup menghadapinya atau tidak, sebelum kita benar-benar mengalaminya.

Namun, sekali lagi diingatkan, berani mengambil risiko bukan berarti melakukan tindakan gegabah. Hanya karena sebagai orang berhasil menggapai kesuksesan karena tidak takut akan risiko, kita tetap harus melakukan persiapan dan pertimbangan yang matang. Agar apabila suatu saat risiko yang kita takutkan itu benar-benar terjadi, kita dapat melewatinya dengan baik. Begitulah bila kita ingin sukses dalam segala hal, kita akan selalu dihadapi dengan risiko. Risiko sangat berkaitan dengan rasa takut-takut akan timbulnya kekacauan, takut akan penilaian orang lain yang menghakimi, dan takut akan hal-hal tak terduga yang menunggu di depan sana. Hadapi rasa takut itu dan jadikanlah rasa takut sebagai motivator! 


Tanpa kita sadari, banyak sekali keuntungan yang dapat kita ambil bila kita berani mengambil dan menghadapi risiko. Bila kita melakukan kesalahan, otomatis kita akan lebih bijaksana ke depannya. Bila kita sukses, kita akan belajar dan tahu besarnya kapabilitas dan potensi yang kita miliki. Dalam hal karier, saat kita berani mengambil risiko, maka hal itu akan mengantar kita menjadi seorang pemimpin dan inovator. Kunci dari semua yang telah disebutkan di atas adalah, menjadi a smart risk taker- seorang pengambil risiko yang cerdas!

Berikut ada enam cara yang ditulis oleh Beth Banks, PhD-seorang ahli di bidang leadership development, yang bisa mengantar kita menjadi salah satunya.

Percaya pada insting

Jangan menunggu sampai suatu petunjuk nyata datang kepada kita, baru mengambil keputusan, karena bisa saja petunjuk itu datang terlalu telat atau malah tidak datang sama sekali. Kalaupun ada petunjuk yang sangat baik, bukan hanya kita saja yang mengetahuinya, tetapi juga orang lain yang mungkin memiliki tujuan yang sama. Saat ide brilian menghampiri, jangan banyak membuang waktu, langsung realisasikan dan kerjakan saat itu juga! Percaya pada apa kata hati.

Jangan takut untuk meminta bantuan

Bila memang kita sedang menghadapi suatu hal yang memang kita kurang pahami, sedangkan sesuatu itu bisa membawa kemajuan besar menuju apa yang kita ingin capai, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada yang lebih ahli. Bila kita terus terjebak dalam rasa takut akan risiko-takut bila meminta bantuan kepada orang lain, maka kemampuan kita akan diremehkan, maka kita tidak akan pernah bisa maju.

Lepaskan energi positif

Rasa takut, stres, dan ketidakpastian bisa kita jadikan "teman", bukan musuh yang harus dihindari, asalkan kita memperlakukannya sebagai motivasi, bukan sebagai penghalang. Biasakan untuk menolelir perasaan-perasaan itu. Selalu ingatkan kepada diri sendiri, bahwa kemajuan tidak akan datang bila kita tidak melangkah maju ke keadaan yang penuh ketidakpastian.

Antisipasi dan tindakan

Tidak membuat suatu keputusan sebenarnya adalah sebuah keputusan, yang buruk tentunya. Berpikirlah seperti seorang atlet, dan belajar untuk menempatkan diri bahwa aksi dan tindakan diperlukan untuk mencapai suatu prestasi.

Belajar dari Kegagalan

Pelajaran yang paling berharga dalam hidup kita adalah apa yang dihasilkan dari sebuah kegagalan. Orang-orang bisa menjadi sangat pemaaf bila kita benar-benar sudah melakukan yang terbaik dan bersikap penuh dengan integritas.

Realistis

Memang, terkadang ide-ide dan mimpi yang superfantastis akan terlihat sangat bagus di atas kertas, tetapi kenyataan tidak semudah menulis di atas selembar kertas. Saat kita sudah merasa siap untuk mengambil risiko, pikirkan tentang alasan yang masuk akal mengapa kita akan melakukannya.
Ada beberapa halangan yang bisa membuat kita mengurungkan niat untuk menjadi seorang pengambil risiko. Mungkin, dengan mengetahui apa saja halangan/perasaan itu, kita bisa jadi lebih siap dan tidak berubah pikiran untuk melangkah maju demi mencapai apa yang kita inginkan, walaupun ada risiko yang menghadang!

Rabu, 12 September 2012

Nick Vujicic, very inspiring


Nick lahir dari keluarga Kristen Serbia di Melbourne, Australia, pada 4 Desember 1982. Nick lahir dengan gangguan tetra-amelia langka. Tetra-amelia adalah kelainan kongenital sangat jarang.
Ibu Nick berumur 25 tahun ketika hamil anak pertamanya itu. Dia adalah seorang bidan dan bekerja sebagai perawat pediatrik di ruang bersalin di mana dia merawat ratusan ibu dan bayi mereka.
Ibu Nick tahu apa yang harus ia lakukan sementara dia hamil, mengawasi dietnya, berhati-hati tentang obat-obatan, dan tidak mengonsumsi alkohol, aspirin, atau pembunuh nyeri lainnya. Dia pergi ke dokter terbaik dan dokter meyakinkan segalanya berjalan lancar.
Masa kehamilan yang lancar dan tidak ada riwayat keluarga dengan kondisi fisik demikian, membuat ke dua orang tua Nick, Dushka Vujicic dan suaminya pendeta Borris Vujicic begitu terpukul dan perasaan mereka hancur lebur ketika ketika mereka melihat untuk pertama kali bayi mereka lahir, seorang bayi laki-laki yang tidak sempurna dan abnormal. Seorang anak tanpa tangan dan kaki.
Nick hanya memiliki satu kaki dengan 2 buah jari yang menonjol dari paha kirinya. Ibunya tidak tahan dengan apa yang dilihatnya, Nick lahir tanpa anggota badan.
“Bawa dia pergi,” jeritnya histeris. “Saya tidak ingin menyentuhnya atau melihat dia”.
Dengan meratap mereka memandangi bayi mungil yang menyedihkan itu dan bertanya-tanya dengan rintihan memilukan, mengapa Tuhan melakukan semua hal yang mengerikan ini kepada mereka, dan terutama pada bayi kecil mereka. Para perawat menangis menyaksikan hal menyedihkan itu. Ibu Nick menangis dan tentu saja Nick kecil juga menangis!
Mereka tidak pernah berpikir bahwa Nick akan hidup sangat lama, tetapi Allah berkehendak lain, Nick tumbuh pesat dan sangat sehat. Namun kecemasan kedua orang tua Nick terus mendera, mereka sangat khawatir, akan masa depan dan perjalanan hidup Nick selanjutnya.
Tidak mempunyai tangan untuk menyentuh, meraba, atau memegang.
Tidak mempunyai kaki untuk berjalan, berlari, menari, atau bahkan berdiri pada kedua kaki. Mengerikan sekali membayangkan masa depan Nick.
Setelah berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun berlalu, mereka menyadari bahwa Tuhan masih memegang kendali dalam hidup mereka dan terus menolong mereka.
Kehidupan Nick dipenuhi dengan kesulitan demi kesulitan sepanjang hidupnya. Dia tidak bisa bersekolah di sekolah anak-anak normal karena cacat fisiknya. Hukum Australia melarangnya bersekolah di sekolah tersebut.
Ibu Nick terus berjuang untuk mengubah hukum dan berkat kegigihan ibunya, Nick akhirnya bisa bersekolah. Dia adalah salah satu siswa cacat pertama yang menuntut ilmu di sekolah umum.
Dia belajar menulis menggunakan dua jari kaki di kaki kirinya. Di sekolah ia selalu diganggu dan diolok-olok oleh teman-temannya dan anak-anak disekolah itu. Nick sangat tertekan. Nick sangat menyadari bahwa dia sangat berbeda secara fisik dengan teman-temannya, tetapi Nick merasa bahwa ia sama sekali tidak ada bedanya secara rohani dengan orang lainnya.
Nick seringkali menyendiri ditengah kesepian dan depresi yang melandanya, dan dalam kesendirian dan keputus-asaannya, dengan berderai air mata dan rintih tangis pilu, ia bertanya mengapa ia berbeda dengan anak-anak lainnya?, mengapa dia adalah orang yang lahir tanpa lengan dan kaki? Dia bertanya-tanya apa tujuan di balik hidupnya, atau apakah ia memiliki tujuan hidup?
Setelah mengalami banyak frustrasi dan merasa dirinya sebagai mahluk yang aneh di sekolah, di usia tujuh tahun Nick mencoba beberapa peralatan elektronik yang dirancang khusus untuk digunakan sebagai lengan, dengan harapan bahwa ia akan lebih seperti anak-anak lain. Selama masa percobaan dengan lengan elektroniknya, Nick menyadari bahwa ia tetap berbeda dengan teman-temannya.
Dan saat kesendiriannya itu Nick selalu berdoa dan memohon dengan sangat kepada Tuhan untuk melakukan mujizat bagi dirinya, membiarkan dia tumbuh menjadi besar seiring dengan tumbuh besarnya juga lengan dan kakinya, tapi itu tidak pernah sama sekali terjadi. Dia tetap tidak mempunyai lengan dan kaki. Sering muncul pertanyaan yang tak pernah bisa terjawab, mengapa dia bisa terjebak dalam tubuh yang mengerikan ini ?
Menurut Nick, kemenangannya melawan keputus-asaan dan ketidak berdayaan, serta munculnya gairah hidup yang dimilikinya adalah karena imannya kepada Tuhan Yesus, dukungan dan kasih sayang keluarganya, teman-temannya yang mengasihinya, serta banyak orang yang dia temui selama hidupnya yang telah mendorongnya untuk selalu mempunyai pengharapan dan semangat untuk terus berjuang.
Bahkan akhirnya, ia mulai menyadari bahwa hal-hal yang dia kerjakan sehari-hari dalam kondisi fisik terbatas itu, kemudian menjadi inspirasi bagi orang lain yang mempunyai keterbatasan fisik, bahkan orang-orang dengan kondisi fisik yang sempurna sekalipun.
Ia berterima kasih kepada Tuhan bahwa ia masih hidup dan menyadari bahwa hidupnya sangat berarti bagi dirinya dan juga orang lain.
Pada tahun 2005, Nick dinominasikan untuk Penghargaan sebagai “Young Man Australia of the Year”, yang merupakan kehormatan besar di Australia. Kehormatan penghargaan bagi orang muda untuk keunggulan mereka dan pelayanan kepada masyarakat dan bangsa, serta prestasi pribadi mereka. Nominasi untuk penghargaan ini hanya diberikan kepada orang yang benar-benar inspiratif dan berpretasi.
Pada usia 19 tahun Nick telah berkeliling dunia, berbagi cerita dengan jutaan orang, berbicara kepada berbagai kelompok yang berbeda seperti siswa, guru, pemuda, pebisnis pria dan wanita, pengusaha, dan jemaat gereja dari semua ukuran. Dia juga menceritakan kisahnya dan telah diwawancarai televisi di seluruh dunia.
Nick berkesempatan untuk berbicara dengan beberapa pemimpin negara, salah satunya adalah wakil presiden Kenya. Nick juga adalah seorang pembicara motivasi, dan ia telah berbicara kepada lebih dari 2 juta orang di 12 negara dari 4 benua yaitu Afrika, Asia, Oceania dan Amerika.
Dia juga menulis buku berjudul, “No Arms, No Legs, No Worries!”, yang sekanjutnya diterbitkan . Bahkan tahun ini Nick diatur untuk berbicara di lebih dari 20 negara.
Nick kuliah dan lulus ketika dia berusia 21 tahun. Dia menerima gelar di bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan. Dia juga mendirikan organisasi nirlaba “Hidup Dengan Keterbatasan”.
Sekarang di usia 29 tahun, Nick melakukan hal-hal luar biasa yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang yang dua kali usianya. Nick juga memiliki perusahaan motivasi dengan dirinya sendiri sebagai pembicara.
Nick belajar berenang, menangkap ikan dan bermain sepak bola. Nick juga bisa melempar bola tenis, menjawab telepon, menaiki tangga, menyisir rambut sendiri, bercukur, dan menggosok gigi. Dia memiliki kursi roda listrik yang ia gunakan untuk melakukan setiap aktifitasnya di luar rumah.
Pahlawan adalah orang yang menunjukkan keberanian dan dianggap ideal untuk diikuti.
Dan Nick Vujicic membuktikan bahwa dirinya mempunyai keberanian yang besar di tengah keterbatasan fisiknya. Nick juga menginspirasi banyak orang dengan dan tanpa cacat untuk terus berusaha dan melakukan yang terbaik dalam segala sesuatu yang dapat mereka lakukan dalam kehidupan mereka.
Nick selalu mengatakan, “bahwa jika Anda memiliki keinginan dan semangat untuk melakukan sesuatu, dan jika itu kehendak Allah, Anda akan memperolehnya pada saat yang paling tepat dan paling baik.”


Banyak orang melihat Nick melakukan hal-hal yang tampaknya mustahil bagi seseorang untuk dilakukan tanpa lengan atau kaki. Dan hal ini mengilhami mereka untuk melakukan hal-hal yang sulit bagi mereka juga.

Selasa, 11 September 2012

Real Story About Success Is My Right


Jika Anda sering mendengarkan filosofi “Success is My Right”, yakni sukses adalah hak milik siapa saja, barangkali kisah yang dialami Presiden terpilih Korea Selatan ini mampu menjadi contoh nyata. Lee Myung-bak yang baru saja memenangkan pemilu di Korea ternyata punya masa lalu yang sangat penuh derita. Namun, dengan keyakinan dan perjuangannya, ia membuktikan, bahwa siapa pun memang berhak untuk sukses. Dan bahkan, menjadi orang nomor satu di sebuah negara maju layaknya Korea Selatan.
Coba bayangkan fakta yang dialami oleh Lee pada masa kecilnya ini. Jika sarapan, ia hanya makan ampas gandum. Makan siangnya, karena tak punya uang, ia mengganjal perutnya dengan minum air. Saat makan malam, ia kembali harus memakan ampas gandum. Dan, untuk ampas itu pun, ia tak membelinya. Keluarganya mendapatkan ampas itu dari hasil penyulingan minuman keras. Ibaratnya, masa kecil Lee ia harus memakan sampah.
Terlahir di Osaka, Jepang, pada 1941, saat orangtuanya menjadi buruh tani di Jepang, ia kemudian besar di sebuah kota kecil, Pohang, Korea. Kemudian, saat remaja, Lee menjadi pengasong makanan murahan dan es krim untuk membantu keluarga. “Tak terpikir bisa bawa makan siang untuk di sekolah,”sebut Lee dalam otobiografinya yang berjudul “There is No Myth,” yang diterbitkan kali pertama pada 1995.
Namun, meski sangat miskin, Lee punya tekad kuat untuk menempuh pendidikan tinggi. Karena itu, ia belajar keras demi memperoleh beasiswa agar bisa meneruskan sekolah SMA. Kemudian, pada akhir 1959, keluarganya pindah ke ibukota, Seoul, untuk mencari penghidupan lebih baik. Namun, nasib orangtuanya tetap terpuruk, menjadi penjual sayur di jalanan. Saat itu, Lee mulai lepas dari orangtua, dan bekerja menjadi buruh bangunan. “Mimpi saya saat itu adalah menjadi pegawai,” kisahnya dalam otobiografinya.
Lepas SMA, karena prestasinya bagus, Lee berhasil diterima di perguruan tinggi terkenal, Korea University. Untuk biayanya, ia bekerja sebagai tukang sapu jalan. Saat kuliah inilah, bisa dikatakan sebagai awal mula titik balik kehidupannya. Ia mulai berkenalan dengan politik. Lee terpilih menjadi anggota dewan mahasiswa, dan telibat dalam aksi demo antipemerintah. Karena ulahnya ini ia kena hukuman penjara percobaan pada 1964.
Vonis hukuman ini nyaris membuatnya tak bisa diterima sebagai pegawai Hyundai Group. Sebab, pihak Hyundai kuatir, pemerintah akan marah jika Lee diterima di perusahaan itu. Namun, karena tekadnya, Lee lantas putar otak. Ia kemudian membuat surat ke kantor kepresidenan. Isi surat bernada sangat memelas, yang intinya berharap pemerintah jangan menghancurkan masa depannya. Isi surat itu menyentuh hati sekretaris presiden, sehingga ia memerintahkan Hyundai untuk menerima Lee sebagai pegawai.
Di perusahaan inilah, ia mampu menunjukkan bakatnya. Ia bahkan kemudian mendapat julukan “buldozer”, karena dianggap selalu bisa membereskan semua masalah, sesulit apapun. Salah satunya karyanya yang fenomonal adalah mempreteli habis sebuah buldozer, untuk mempelajari cara kerja mesin itu. Di kemudian hari, Hyundai memang berhasil memproduksi buldozer.
Kemampuan Lee mengundang kagum pendiri Hyundai, Chung Ju-yung. Berkat rekomendasi pimpinannya itu, prestasi Lee terus melesat. Ia langsung bisa menduduki posisi tertinggi di divisi konstruksi, meski baru bekerja selama 10 tahun. Dan, di divisi inilah, pada periode 1970-1980 menjadi mesin uang Hyundai karena Korea Selatan tengah mengalami booming ekonomi sehingga pembangunan fisik sangat marak.
Setelah 30 tahun di Hyundai, Lee mulai masuk ke ranah politik dengan masuk jadi anggota dewan pada tahun 1992. Kemudian, pada tahun 2002, ia terpilih menjadi Wali Kota Seoul. Dan kini, tahun 2007, Lee yang masa kecilnya sangat miskin itu, telah jadi orang nomor satu di Korea Selatan. Sebuah pembuktian, bahwa dengan perjuangan dan keyakinan, setiap orang memang berhak untuk sukses.
Keberhasilan hidup Lee, mulai dari kemelaratan yang luar biasa hingga menjadi orang nomor satu di Korea Selatan, adalah contoh nyata betapa tiap orang bisa merubah nasibnya. Jika orang yang sangat miskin saja bisa sukses, bagaimana dengan kita? Mulailah dengan keyakinan, perjuangan, dan kerja keras, maka jalan sukses akan terbuka bagi siapapun

7 Langkah Hidup Bahagia





Tips Hidup Bahagia:


1. Kurangi berpikir, lebih seringlah merasakan

2. Kurangi cemberut, lebih seringlah tersenyum

3. Kurangi bicara, lebih seringlah mendengarkan

4. Kurangi penghakiman, lebih seringlah untuk menerima

5. Kurangi menonton, lebih seringlah melakukan

6. Kurangi mengeluh, lebih seringlah menghargai

7. Kurangi ketakutan/ kekhawatiran, lebih seringlah mengasihi

Senin, 10 September 2012



Kisah nyata yang bagus sekali untuk contoh kita semua yang saya dapat dari millis sebelah (kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV). Semoga kita dapat mengambil pelajaran.
Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silakan baca dan dihayati.
————————————————————————————————–
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.
Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.
Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas waktu maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari, ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”.
Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-kata: “sudah yang keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.
Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak-anaknya: “Anak-anakku… Jikalau perkawinan & hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah.. tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian. Sejenak kerongkongannya tersekat, kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun.”
“Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”
Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak suyatno. Merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa.
Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio, kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita..” Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan”.
“Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama. Dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…”

Senin, 26 Januari 2009

7 KATA


Aku tahu aku berbeda dari anak-anak lain. Dan aku amat membencinya. Ketika aku mulai bersekolah, teman-teman selalu mengejekku, maka aku semakin tahu perbedaan diriku. Aku dilahirkan dengan cacat. Langit-langit mulutku terbelah.Ya, aku adalah seorang gadis kecil dengan bibir sumbing, hidung bengkok, gigi yang tak rata. Bila berbicara suaraku sumbang, sengau dan kacau. Bahkan aku tak bisa meniup balon bila tak kupejet hidungku erat-erat.

Jika aku minum menggunakan sedotan, air akan mengucur begitu saja lewat hidungku.

Bila ada teman sekolahku bertanya, "Bibirmu itu kenapa?" Aku katakan bahwa ketika bayi aku terjatuh dan sebilah pecahan beling telah membelah bibirku.

Sepertinya aku lebih suka alasan ini daripada mengatakan bahwa aku cacat semenjak lahir. Saat berusia tujuh tahun aku yakin tidak ada orang selain keluargaku yang mencintai aku. Bahkan tidak ada yang mau menyukaiku.

Saat itu aku naik ke kelas dua dan bertemu dengan bu Leonard. Aku tak tahu apa nama lengkapnya. Aku hanya memanggilnya bu Leonard. Beliau berparas bundar, cantik dan selalu harum. Tangannya gemuk. Rambutnya coklat keperakan. Matanya hitam lembut yang senantiasa tampak tersenyum meski bibirnya tidak. Setiap anak menyukainya. Tetapi tak ada yang menyintainya lebih daripada aku. Dan aku punya alasan tersendiri untuk itu.

Pada suatu ketika sekolah melakukan test kemampuan pendengaran; yaitu mendengar kata yang dibisikkan dengan satu telinga ditutup bergantian. Terus terang sulit bagiku untuk mendengar suara-suara dengan satu telinga. Tidak ada orang yang tahu akan cacatku yang satu ini. Aku tak mau gagal pada test ini lalu menjadi satu-satunya anak dengan segala cacat di sekujur tubuhnya.

Maka aku mencari akal untuk menyusun rencana curang.

Aku perhatikan setiap murid yang ditest. Test berlangsung demikian: setiap murid diminta berjalan ke pintu kelas, membalikkan tubuh, menutup satu telinganya dengan jari, kemudian bu guru akan membisikkan sesuatu dari mejanya tulisnya. Lalu murid diminta untuk mengulangi perkataan bu guru. Hal yang sama dilakukan pada telinga yang satunya. Aku menyadari ternyata tak ada seorang pun yang mengawasi apakah telinga itu ditutup dengan rapat atau tidak. Kalau begitu aku akan berpura-pura saja menutup telingaku. Selain itu aku tahu dari cerita murid-murid yang lain bu guru biasanya membisikkan kata-kata seperti, "Langit itu biru" atau "Apakah kau punya sepatu baru?".

Kini tiba pada giliran terakhir; giliranku. Aku berjalan ke luar kelas, membalikkan tubuh lalu menutup telingaku yang cacat itu dengan kuat tetapi kemudian perlahan-lahan merenggangkannya sehingga aku bisa mendengar kata-kata yang dibisikkan oleh bu guru. Aku menunggu dengan berdebar-debar kata-kata apa yang akan dibisikkan oleh bu Leonard. Dan bu Leonard, bu guru yang cantik dan harum, bu guru yang aku cintai itu, membisikkan tujuh buah kata yang aku telah mengubah hidupku selamanya. Ia berbisik dengan lembut, "Maukah kau jadi putriku, wahai gadis manis?" Tanpa sadar aku berbalik, berlari, memeluk bu Leonard erat-erat, dan membiarkan seluruh air mataku tumpah di tubuhnya.

(diadaptasi dari: Mary Ann Bird, Hopkinton, Massachusetts, Seven Words)

Minggu, 25 Januari 2009

IMPIAN WALT DISNEY


Walter Elias Disney dilahirkan di Chicago pada tanggal 5 Desember 1901.
Ibunya Flora Call, adalah seorang wanita Jerman. Sedangkan ayahnya Elias
Disney, adalah seorang keturunan Irlandia. Kehidupan keluarga Disney
berpindah dari satu kota ke kota lain, karena Elias Disney, yang sebenarnya
terpesona oleh dunia bisnis, tidak mempunyai kesesuaian diri dengan dunia
itu dan seringkali mengalami kegagalan finansial.

Pada tahun 1906, keluarga Disney pindah ke daerah Marceline, Missouri, di
tanah pertanian yang baru dibelinya. Walt Disney kecil menyukai kehidupan di
daerah barunya tersebut. Selain itu, kehidupan di desa tersebut juga
menghidupkan rasa sayangnya kepada binatang-2 yang hidup di sekitarnya,
seperti bebek, tikus, dan anjing. Kelak, ternyata hewan-2 itulah yang
membuat namanya menjulang. Dari sini, Walt Disney menarik pelajaran berharga
yang dia terapkan sepanjang hidupnya, yaitu bahwa KEBAHAGIAN AKAN TIMBUL DALAM DIRI KITA APABILA KITA MELAKUKAN SESUATU YANG BENAR-BENAR KITA SUKAI.

Kehidupan Walt Disney yang bahagia itu teryata hanya bisa dinikmati sesaat
saja. Kegagalan panen yang berturut-turut membuat Elias Disney, ayahnya
harus menjual ladang pertaniannya dan membeli sebuah perusahaan koran
setempat yang kecil. Untuk menghemat biaya pegawai, Elias Disney
mempekerjakan Walt Disney dan kakaknya Ray tanpa biaya. Setiap pagi pukul
3.30 dinihari Walt dan Ray sudah harus bangun untuk menunggu kedatangan truk
pengangkut. Sesudah itu mereka harus menjalankan tugas harian mengantarkan
koran kepada para pelanggan di kota. Kadang-kadang orang menjumpai Walt
berjalan dengan kelelahan dan gemetar kedinginan dengan bawaan hampir
seberat dua kali berat tubuhnya. Adakalanya cuaca begitu dingin, sehingga
Walt harus berjongkok di sudut jalan sekedar untuk menghangatkan diri.

Seringkali Walt berpikir, apakah untuk hidup di dunia ini orang harus
bekerja mati-matian sebagai budak dengan upah yang hanya bisa sekedar untuk
survive ? Tidak adakah jalan lain untuk hidup ? Bila Walt mengantarkan koran
untuk para pelanggannya yang kebanyakan adalah orang kaya di kota, maka Walt
juga mulai berpikir mengapa mereka bisa hidup mewah, sementara dirinya hidup
serba kekurangan. Hal ini akhirnya melahirkan pelajaran kedua di dalam
hidupnya, yaitu bahwa KEHIDUPAN ITU ADALAH SUATU PILIHAN. APAKAH KITA MAU HIDUP KAYA ATAU MISKIN, TERGANTUNG ATAS KEPUTUSAN DAN TINDAKAN KITA SEPENUHNYA SAAT INI.

Atas dasar pemikiran itulah maka setelah beranjak dewasa Walt bersikeras
memutuskan untuk masuk ke dinas tentara, karena menurutnya pekerjaan tentara
bisa lebih memberi kekayaan dibanding sebagai pengantar koran yang bekerja
tidak dibayar. Di sela-2 dinas ketentaraannya, Walt menggunakan waktu
luangnya untuk menggambar.

Rupanya, bakat Walt dalam menggambar memang luar biasa, sehingga ! dalam
waktu yang singkat banyak teman-2nya di ketentaraan yang minta dibuatkan
gambar dirinya.

Setelah perang dunia I usai, Walt keluar dari dinas tentara. Saat itu,
sangatlah sulit mencari pekerjaan. Ini merupakan masa-masa paling suram
dalam kehidupan Walt Disney. Untuk kembali ke orang tuanya dia malu, karena
waktu itu dia sering menyombongkan pada orang tuanya bahwa pekerjaan tentara
itu adalah `pekerjaan orang kaya'.

Walt tidak mempunyai uang barang sedikitpun, dan terpaksa menumpang di
belakang sebuah bengkel kecil, dengan sebuah bangku usang, satu-satunya
perabotan yang dimilikinya, untuk makan dan tidur. Lebih parah lagi,
seminggu sekali dia harus pergi mengendap-endap ke stasiun kota di malam
hari hanya sekedar untuk `mencuri' mandi.

Walt menyadari, bahwa hal ini tidak mungkin dibiarkan terus menerus. Dia
kembali ingat impiannya di masa lalu, bahwa dia ingin menjadi kaya, bukan
gelandangan seperti sekarang. Tapi, apa yang bisa dilakukan dengan
keadaannya yang sekarang, tanpa modal, tanpa kenalan, tanpa pekerjaan. Dalam
keadaan paling parah dalam hidupnya, Walt akhirnya bisa merumuskan prinsip
hidupnya yang ketiga, yaitu TIDAK PEDULI SEBERAPA PARAH KEADAAN KITA SAAT INI, NAMUN KEADAAN PASTI AKAN BERUBAH LEBIH BAIK APABILA KITA MASIH MEMILIKI SATU HAL : HARAPAN

Harapan itu pula yang terus memacu pikiran Walt. Akhirnya Walt menyadari,
bahwa satu-satunya yang masih dimilikinya adalah bakat menggambarnya. Tapi,
bagaimana caranya agar bakat tersebut bisa menghasilkan uang untuk dirinya ?
Setelah sekian lama mencari-cari, Walt memutuskan bahwa Hollywood adalah
tempat yang cocok dengan dirinya, dengan bakat yang dimilikinya. Untuk
kesana, terpaksa Walt menahan malu dan meminjam uang dari kakaknya Ray.
Setibanya disana, ternyata Walt hanyalah satu dari sekian ribu orang yang
berharap bisa menjadi bintang di Hollywood.

Mulailah Walt masuk satu persatu ke studio yang ada disana, dan mencoba
menawarkan diri untuk bekerja apa saja, asal ada hubungannya dengan dunia
perfilman. Bukan hal yang mudah ternyata, karena tidak ada satupun studio
yang mau menerimanya, bahkan untuk pekerjaan yang paling rendah sekalipun.

Walt menyadari, bahwa para studio itu menolaknya karena dirinya tidak
menunjukkan satu keahlian khusus, yang membuat mereka tertarik kepadanya.
Belajar dari situ, Walt membeli beberapa kertas kosong dan mulai menggambar.
Kemudian Walt kembali lagi ke studio-2 itu lagi, kini dengan menonjolkan
`bakat' yang dimilikinya. Ternyata ada satu studio yang tertarik dengan
bakat Walt yang luar biasa.

Mereka bahkan langsung memesan satu cerita "Alice in The Wonderland" dalam
bentuk film kartun bergerak, dengan harga awal US$ 1.500.

Jumlah itu justru membuat Walt kaget, karena pada awalnya Walt hanya
berharap mendapatkan upah US$ 50 sebulan, hanya sekedar untuk bertahan
hidup. Rangkaian film "Alice in The Wonderland" sukses luar biasa di bioskop
Amerika, dan bertahan sampai tiga tahun berturut-turut. Dengan hasil dari
film ini, Walt mulai bisa memperbaiki hidupnya, membeli rumah, membuat
studio sendiri dan menikah dengan Lilian Bounds.

Suatu hari, Walt teringat masa kecilnya yang bahagia di pedesaan. Hal ini
menginspirasi dirinya untuk menggambar tiga sahabat binatangnya waktu itu,
yaitu bebek, tikus, dan anjing. Dari sinilah kemudian lahir Donald Duck,
Mickey Mouse dan Pluto. Ketiga binatang inilah yang membawa Walt Disney
menuju ke kejayaannya sebagai seorang bintang di Hollywood. Selain itu, Walt
juga rajin menciptakan film-film animasi lain yang terus mencetak uang bagi
dirinya, seperti Snow White, Cinderella, Peter Pan dan Bambi. Dari sinilah
Walt kemudian mendedikasikan diri seutuhnya untuk kebahagiaan anak-2
sedunia.

Pada tahun 1950, Walt mempunyai impian untuk membangun taman impian bagi
anak-anak. Impian Walt ini dianggap gila oleh rekan-2nya sesama pengusaha,
namun Walt tetap dengan pendiriannya. Taman bermain ini akhirnya bisa
diwujudkan pada tahun 1955 di Anaheim, California.

Pada waktu pembukaan, Walt mengatakan dalam pidatonya "KESUKSESAN DIMULAI KETIKA KITA MULAI MENCIPTAKAN IMPIAN JAUH KEDEPAN. DAN SAAT KITA BERKOMITMEN UNTUK MENCAPAI IMPIAN ITU, MAKA SELANJUTNYA IMPIAN ITU YANG AKAN MENJADI MAGNET DAN MENARIK KITA KESANA????..".


Walt Disney meninggal pada tahun 1966. Namun visi dan impiannya untuk
kebahagiaan anak-anak akan terus dikenang oleh dunia sepanjang masa.

sumber : Cetivasi

7 KEAJAIBAN DUNIA


Sekelompok pelajar kelas geografi belajar mengenai
"Tujuh Keajaiban Dunia".

Pada akhir pelajaran, pelajar tersebut di minta untuk
membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini.


Walaupun ada
beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar
berisi :
1.. Piramida Besar di Mesir
2.. Taj Mahal
3.. Grand Canyon
4.. Panama Canal
5.. Empire State Building
6.. St. Peter's Basilica
7.. Tembok China

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru
memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang
pendiam, yang belum mengumpulkan kertas
kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah
dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab, "Ya, sedikit. Saya tidak
bisa memilih karena sangat banyaknya."

Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang
kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu
memilihnya." Gadis itu ragu sejenak,
kemudian membaca, "Saya pikir Tujuh

Keajaiban Dunia adalah :
1. Bisa bersyukur
2. Bisa merasakan
3. Bisa tertawa
4. Bisa mendengar

Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan...
5. Bisa berbagi
6. Bisa mencintai
7. Dan bisa dicintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika .... Alangkah
mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi
manusia dan menyebutnya "keajaiban" sementara kita
lihat lagi semua yang telah Tuhan lakukan untuk kita,
menyebutnya sebagai "biasa".

Semoga Anda hari ini diingatkan tentang segala hal
yang betul-betul ajaib dalam kehidupan anda.
bersyukur dan Manfaatkanlahlah untuk apa yg telah kamu dapatkan
sampai saat ini, ..
karna itu sesungguhnya semua merupakan
suatu keajaiban .. !!!!

JET LI, JAGOAN DI KEHIDUPAN NYATA DAN FILM


Jet Li, Jagoan Di Dalam Dan Luar Film


Bagi penggemar film-film action, khususnya silat, pastilah satu nama ini tak bisa lepas dari ingatan. Gerakannya yang lincah dan gaya bertarungnya sangat lentur. Tak heran, sebab, sosok ini-Jet Li-bukan sekadar aktor yang ahli di layar perak, tapi juga memang juara beladiri sejati di kehidupan senyatanya. Tengoklah prestasinya. Berturut-turut selama lima tahun, dari 1974-1979, Jet Li mampu menjuarai kejuaraan bela diri pada pertandingan Chinese National Martial Arts Contest.

Terlahir di Beijing China pada 26 April 1963, Jet Li yang bernama Mandarin Li Lian Jie tak begitu saja menjadi ternama seperti sekarang. Ia mengalami proses perjuangan panjang layaknya kisah-kisah dalam berbagai filmnya. Bahkan, ia tercatat mengalami beberapa kegagalan dalam proyek film yang digarapnya. Pernah suatu ketika, Jet Li yang mulai terkenal melalui film Shaolin Temple ini mencoba merambah Amerika. Kala itu, sekitar tahun 1989, ia tampil di film Dragon Fight. Hasilnya jeblok. Tapi, bukan Jet Li kalau langsung menyerah. Ia pun lantas bertemu dengan produser dan sutradara ternama, Tsui Hark. Bersama, mereka lantas membuat film dengan dana pribadi dengan judul The Master pada tahun 1990. Hasilnya? Makin jeblok, bahkan film itu konon tak diterima bioskop di sana. Ia pun kemudian kembali ke China dan meneruskan karier filmnya kembali, mulai dari bawah.

Sebenarnya, awal kecintaan Jet Li pada dunia film tak bisa terlepas dari kecintaan dirinya pada beladiri wu shu. Sebab, beladiri inilah yang pertama kali menerbangkannya ke Amerika untuk mementaskan wu shu di depan presiden Amerika saat itu, Richard Nixon. Kala itu, Jet Li terpilih sebagai bagian dari kontingen pertukaran budaya karena prestasinya di kejuaraan beladiri di China.

Wu shu sendiri memang seperti sudah mendarah daging pada diri Jet Li. Sejak usia dini, Jet Li sudah belajar beladiri yang sangat kental nuansa orientalnya ini. Kala itu, sekitar usia 8 tahunan, ia masuk ke sekolah beladiri di Beijing Athletic School. Di sana, pria yang sudah menjadi yatim sejak usia dua tahun ini bertemu dengan guru yang kemudian dianggap sebagai ayahnya sendiri, Wu Ben.

Wu Ben inilah yang melihat bakat Jet Li yang tersembunyi. Bakat alami yang dimiliki Jet Li kemudian membuat Wu Ben berusaha melatih Jet Li sangat keras. Kala itu, Jet Li sempat merasa dirinya diberi porsi latihan yang tak semestinya. Ia merasa harus berlatih lebih berat daripada rekan yang lain sehingga membuatnya sempat merasa tak sepaham dengan Wu Ben. Tapi, belakangan, Jet Li baru sadar, bahwa Wu Ben justru sedang berusaha memunculkan bakat alami dan mengasahnya agar menjadi modal masa depan Jet Li. Dan, semua itu terbukti kala Jet Li mampu menjadi juara di berbagai pertandingan beladiri sehingga ia diajak berkeliling dunia ke lebih dari 40 negara untuk mempertunjukkan keampuhan beladiri asli China.

Bakat dan kemampuannya inilah yang kemudian mengantarkan Jet Li masuk ke dunia film. Kala itu, film pertamanya berjudul Shaolin Temple mendulang sukses yang luar biasa. Film inilah yang kemudian mengenalkan kehidupan ala Shaolin ke seluruh dunia sehingga banyak pemuda yang ingin belajar langsung ke kuil Shaolin. Sejak saat itu, berturut-turut, banyak film yang sukses dibintanginya.

Meski sempat gagal saat mencoba merambah Amerika, ia kemudian justru sukses saat menjadi tokoh jahat di film Lethal Weapon 4 yang juga dibintangi aktor ternama, Mel Gibson. Sejak saat itu, nama Jet Li menjadi makin terkenal di Amerika dan dunia, sehingga film-film lawasnya pun ikut kembali terangkat.

Saat di puncak ketenaran, sebuah kejadian nyaris merenggut nyawanya. Kala itu, Jet Li bersama anaknya yang baru berusia 4 tahun, nyaris ikut terbawa arus laut yang menggila karena tsunami besar tahun 2004. Saat sedang berlibur di Maladewa, ia harus pontang panting menyelamatkan keluarganya hingga kakinya sempat robek terkena pecahan furnitur. Inilah yang kemudian membuatnya sadar untuk segera berbuat sesuatu bagi sesamanya. "Saya yakin bahwa dunia adalah satu keluarga besar, karena itulah kita perlu membantu satu sama lain," sebutnya kala meresmikan yayasan yang dibentuknya, One Foundation. Yayasan ini dibentuk salah satu tujuannya untuk memberikan bantuan bagi mereka yang terkena bencana atau musibah besar karena faktor alam, tanpa melihat batasan agama, ras, sosial. Melalui yayasan ini, Jet Li menggugah kepedulian dengan program 1 person + 1 dollar + 1 month (each month) = 1 (big) family, yang berarti satu orang yang mampu mendonasikan satu dolar tiap bulan akan membantu banyak keluarga di dunia sebagai sebuah keluarga besar.

Ketenaran Jet Li sebagai aktor laga tak diragukan lagi. Itu semua merupakan buah kerja keras dan semangat pantang menyerah dalam hidupnya. Kini, dengan apa yang diraihnya, ia ikut menggugah kepedulian orang dengan yayasan yang dibentuknya. Sungguh, sebuah sikap yang patut diacungi jempol dan diteladani. Luar bias

Jumat, 23 Januari 2009

TEMPAYAN RETAK


Seorang tukang air di India memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawanya menyilang pada bahunya.
Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, "Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu." "Kenapa?" tanya si tukang air.
"Kenapa kamu merasa malu?" "Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi," kata tempayan itu.

Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."
Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan. Itu membuatnya sedikit terhibur.

Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu? Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita.
Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang."

Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias dunianya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu.
Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.