Tampilkan postingan dengan label Dollar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dollar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 November 2012

Kisah Inspirasi dari Jim Carrey


Jim carrey dilahirkan di keluarga yang ‘kurang beruntung’. Ayahnya seorang pemain saksofon. Ayahnya memiliki cita-cita untuk menjadi artis bersama band yang ia rintis bersama teman-temannya. 

Sayangnya, ayah jim carrey harus menghapus cita-citanya karena dia menghadapi keadaan ekonomi yang buruk, sehingga dia menjadi seorang akuntan.

Ibu dari Jim carrey adalah gadis yang menarik dan penuh kasih sebelum ia menderita penyakit hipokondria (depresi jiwa yang terjadi karena imajinasi semata). 

Setiap hari Jim melakukan gerakan-gerakan yang lucu untuk menghibur ibunya dan membuatnya tertawa. Namun jim tidak melakukannya di sekolah karena dia terkenal sebagai seorang pemalu.

Suatu hari Jim merenung, ia berpikir bahwa apa yang dia lakukan untuk ibunya bisa dijadikan alat untuk menarik perhatian teman-temannya di sekolah. Benar saja saat istirahat sekolah Jim mulai mempraktekan apa yang biasa dilakukna di depan ibunya dan teman-temannya terhibur. 

Karena kebiasaanya melucu dan membuat kelasnya tertawa, gurunya sampai memberikan jatah istirahat 15 menit lebih awal untuknya asalkan ia mau menjaga ketenangan kelas saat pelajaran berlangsung.

Ayah jim tiba-tiba diberhentikan dari pekerjaannya sebagai akuntan dan membuat kondisi ekonomi keluarga Jim semakin berat. Mereka mau tidak mau menjual barang-barang yang mereka miliki. Rumah tinggal pun ikut dijual. Jim harus berhenti sekolah di usia yang baru 16 tahun.

Jim sekeluarga berangkat ke Toronto. Di sana, ayah jim bekerja serabutan. Mereka tinggal di dalam mobil Van yang mereka miliki!! Akhirnya Jim mendapat kesempatan untuk bekerja di salah satu klub komedi. 

Jim bukannya mendapat pujian, ia mendapat cemoohan!! Namun Jim belajar ilmu baru dari kejadian tersebut. Jim belajar bahwa orang-orang di sana menyukai gaya jim yang menirukan orang lain seperti pejabat, artis, dll. Jim menggunakan ilmu yang ia pelajari untuk terus berkeliling dari satu klub ke klub lainnya.

Jim sadar akan bakat dan potensi yang ia miliki, lalu ia pindah ke Los Angles. Ia mulai mencari klub disana dan menawarkan diri untuk bekerja disana sebagai komedian. Ia mulai bekerja dan mendapat penghasilan sebesar $1000/bulan yang ia gunakan untuk membayar penginapan tempat dimana ia tinggal.

Satu kali Rodney Dagerfield menyaksikan aksi Jim. Jim ditawari untuk penampilan rutin dengan bayaran yang lebih tinggi. Hidupnya pun mulai berubah. Sampai pada satu hari jim mulai merenung kembali tentang apa yang ia jalani selama ini. Ia sadar betul bahwa aksi andalannya adalah menirukan gaya orang lain. Dia tidak menjadi dirinya sendiri!!

Ia mulai melakukan komedi dengan gayanya sendiri. Lalu Rodnye berkata pada Jim “mereka menganggapmu aneh Jim”. Kontrak kerjanya diputus dan Jim mulai mencari pekerjaan kembali. ia berkeliling kota untuk menemukan pekerjaan. Akhirnya Jim mendapatkan peran kecil disebuah komedi berjudul “The Duct Factory” pada usia 22 tahun.

Sampai Jim usia 25 tahun tidak ada perubahan apapun dalam hidupnya. Saat jim berusia 26 tahun Jim diberi peran oleh Damon Wayans di sebiah sketsa komedi yang berjudul “Living Color”. Melihat penampilannya disana Jim ditawari untuk mengisi peran di sebuah film baru yaitu Ace ventura. Jim menolak karena tidak sesuai dengan keinginannya untuk menampilkan ciri khas komedi Jim.

Selang beberapa tahun, Jim menerima tawaran menjadi Ace Ventura. Ia bebas memodifikasi naskah film untuk disesuaikan dengan karakternya. Empat bulan waktu yang dihabiskan oleh Jim untuk memodifikasi naskah film. Jim menerima bayaran sebesar $12juta dan produser film sudah pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Jim.

Setelah diproduksi Ace Ventura menjadi film HITS uang menhasilkan lebih dari $70jt (sangat tinggi untuk ukuran film komedi saat itu), Itulah awalnya, di usia 34 tahun, Jim carrey mulai menjadi salah satu ‘bintang’ seperti yang ia cita-citakan sebelumnya.

Jangan takut untuk bermimpi besar, jangan takut untuk memulainya dari nol, karena semua hal besar, berawal dari mimpi yang besar!

Dan tidak semua hal besar diawali dari apa yang besar, semuanya itu berawal dari hal kecil yang terus dikembangkan menjadi besar dan menjadi sangat besar, karena sebuah keteguhan dalam usaha pencapaiannya.

Sabtu, 22 September 2012

George Eastman, Sang Penemu Brand Kodak


Dalam hidupnya, ia memberikan 100 juta dollar, sebagian besar untuk Universitas Rochester dan Massachusetts Institute of Technology (dengan nama "Tuan Smith"). Untuk mengenang jasanya, Universitas Rochester membangun suatu gedung yang dipersembahkan untuk Eastman. Eastman turut membantu Tuskegee Institute dan Hampton Institute. Rumahnya di 900 East Avenue di Rochester menjadi sebuah museum fotografi dan film pada 1947. Untuk memperingati 100 tahun kelahirannya, Eastman dihargai dengan pemuatan fotonya di perangko kantor pos Amerika Serikat.
George Eastman adalah pendiri dari Eastman Kodak Co. dan menemukan film gulung, serta berjasa menyebarluaskan fotografi. Film gulung ini merupakan dasar dari penemuan film bergerak yang digunakan oleh pembuat film awal Thomas Alva Edison, Lumière bersaudara dan Georges Méliès.

George Eastman lahir pada 12 Juli 1854 di Waterville, dekat New York, Amerika Serikat. Ia lahir dari keluarga miskin. Ketika usianya masih sangat muda, ia harus ikut memikul tanggung jawab menghidupi keluarga. Dia mula-mula bekerja sebagai kurir di sebuah perusahaan asuransi, lalu menjadi pegawai arsip. Sambil bekerja, Eastman belajar akuntansi pada malam harinya. Pada usia 24 tahun, ia diterima bekerja sebagai pegawai junior di sebuah bank.

Suatu hari, saat hendak melakukan perjalanan ke Santo Domingo, Kepulauan Karibia, dalam rangka cuti, ia disarankan oleh rekannya untuk mendokumentasikan perjalanannya melalui foto. Pada zaman itu, peralatan fotografi sangat sulit dibawa karena ukurannya besar. Sejak itulah, Eastman mulai menyukai dunia fotografi.

Kesukaannya pada fotografi membuat Eastman terus-menerus bereksperimen dengan emulsi di laboratorium yang tak lain adalah dapur ibunya. Ia kemudian menemukan resep emulsi untuk fotografi pelat kering yang segera dipatenkan olehnya pada tahun 1880, dengan dana tabungan dan pembelian hak patennya oleh sebuah perusahaan fotografi di Inggris. Eastman mulai memproduksi pelat foto kering dan menjualnya di sebuah ruang loteng sewaan.

Ambisi Eastman untuk mempopulerkan fotografi mulai berbuah ketika ia menemukan dan menyempurnakan film serta berusaha membuat sebuah kamera sederhana. Pada bulan Juni 1888, muncullah kata baru “kodak” untuk sebuah kamera ringan. Nama itu muncul begitu saja. Banyak orang bertanya, dari mana kata itu berasal? “Saya mengarang sendiri nama itu. Saya senang sekali dengan huruf ‘K’, kedengaran mantap dan tegas. Lalu saya coba berbagai kombinasi huruf yang menghasilkan kata dengan huruf awal dan akhir sebuah ‘K’,” tutur Eastman.

Nama itu memang kemudian terbukti tenar, bahkan menjadi semacam kata generik untuk kamera. Setelah penemuan Kodak, banyak lagi kemajuan dalam bidang fotografi yang dipelopori oleh Eastman. Pada intinya, ia telah membuat fotografi menjadi sedemikian sederhana dan mudah.


__________________________________________
George Eastman dan Kodak
__________________________________________


Pada 4 September 1888, Eastman mendaftarkan merek datang Kodak, yang disusunnya berdasarkan huruf-huruf kesukaannya, dan menerima paten untuk kameranya yang menggunakan film gulung. Di sinilah muncul frasa "You press the button, we do the rest" (Anda menekan tombolnya, kami mengerjakan setelahnya).

Kamera temuannya berharga 25 Dolar Amerika dapat digunakan untuk mengambil 100 gambar dengansatu film gulung. Kemudian, pengguna memberikan film gulungnya ke Kodak untuk diproses. Layanan ini pada saat itu dihargai 5 Dollar.

Eastman turut menyokong pendirian Sekolah Musik Eastman dari Universitas Rochester yang dipimpin oleh Alfred Klingenberg.

Pada 1925, Eastman melepas manajemen sehari-hari Kodak, dan menduduki jabatan ketua. Setelah msa ini, ia memusatkan kegiatannya pada kegiatan derma.


__________________________________________
Akhir Hidup
Dua tahun sebelum wafat, ia menderita suatu nyeri yang hebat, Ia mengalami kesulitan berjalan dan berdiri. Dalam kedokteran modern, dimungkinkan Eastman menderita stenosis spinalis, penyempitan saluran sumsum tulang belakang karena peradangan. Ia terus mengalami depresi dan hari-hari dihabiskannya di kursi roda. Pada 1932, ia mengakhiri hidupnya dengan satu tembakan dan meninggalkan pesan, "Pekerjaan saya sudah selesai. Mengapa menunggu lagi?". Eastman dikuburkan di Kodak Park di Rochester, New York.


__________________________________________
Logo Logo Kodak
__________________________________________